Tuesday, November 30, 2010

World AIDS Day -- Hari AIDS se-Dunia

I bow this head down,
to honor you dear friend
as you left this world
due to our ignorance

dear friend
be strong and be brave
it's not the end
nor 'tis a start
life will continue
without a halt

we will always be here by your side
to walk this life through

Monday, November 22, 2010

Kue Tart bertabur debu

Dalam perjalanan pulang dari "kantor", sambil membonceng istri, kami melewati jalanan Surabaya yang lumayan ramai. Dari belakang nampak menyeruak sejumlah angkota lyn Y berwarna hijau. Eh.. nggak biasanya ada lyn Y melewati jalan Kalibutuh trus lewat jalan Kranggan, terlebih dengan penumpang yang nampak penuh dan berhimpitan. Oh.. nampaknya ini rombongan yang mengiringkan pengantin. Nampak sejumlah hantaran yang dibawa oleh rombongan. Maklumlah, ini bulan Besar dalam kalender Jawa, bulan dimana banyak orang melangsungkan hajatan (khususnya perkawinan).
Sesekali motor kami melaju melewati rombongan, nampak diantaranya seorang ibu yang memangku Kue Tart. Mungkin karena sayang dengan kuenya, mungkin karena khawatir kuenya jadi "hancur" kalau berada di tengah-tengah rombongan, sehingga si ibu yang kebagian memangku kue ini duduk di kursi yang ada di dekat pintu angkota. Jadi nggak bisa ngebayangin kalau kue ini sampai di kediaman mempelai. Tampilan kue emang masih "ok", tapi... itu kue selain bertabur gula-gula, pasti telah bertabur debu juga.
Kenapa kok tidak diberi wadah lagi ya.. selain lebih higienis, tampilannya 'kan juga tampak manis..

Friday, November 12, 2010

Anak adalah peniru yang ulung, berhati-hatilah saat bersamannya

Dari atas sadel motor yang berhenti "sedikit" di depan zebra cross pertigaan Prof. Dr. Moestopo - Karangmenjangan Surabaya, nampak juga beberapa orang yang melakukan hal yang sama. Mungkin maksud mereka pun tak jauh beda denganku; "hendak mempersingkat waktu perjalanan". Meski mungkin yang dimaksud dengan mempersingkat itu tidaklah signifikan sama sekali, sebab hanya beberapa saat saja. Nampak juga diantara para "penerabas" tersebut, seorang ayah yang mendudukkan anak lelakinya di depan dirinya.

Belum juga lampu lalu-lintas berubah hijau, sang ayah yang memperhatikan lalu-lintas dari arah Jalan Karangmenjangan nampak sepi, segera menarik gas motornya hendak melajukan sepeda motornya. Tak berselang lama, si anak langsung berucap,"Yah.. lampunya 'kan masih merah..".

"Aduh..", runtukku, jadi teringat sajaknya Gibran yang berjudul Children

Children

And a woman who held a babe against her bosom said, 'Speak to us of Children.'

And he said:
Your children are not your children.
They are the sons and daughters of Life's longing for itself.

They come through you but not from you,
And though they are with you, yet they belong not to you.

...


by : Kahlil Gibran


Ya..anak-anak kita bukanlah anak-anak kita..
Sebanyak apapun kita menjejali mereka dengan ide dan pikiran kita, namun mereka mempunyai pikiran sendiri. Mereka mampu mengolah berbagai informasi yang mereka dapatkan baik melalui pengajaran maupun pengalaman.

Di sekolah, mungkin para guru sudah mengajari si anak untuk berhenti ketika lampu lalu-lintas masih menyala merah, namun dengan mengalami sendiri bahwa ada orang-orang yang tidak mengabaikan aturan dengan menerobos lampu merah, dan mereka tidak mendapatkan "hukuman" apapun, mereka mungkin jadi berpikir, kalo' melanggar aturan itu tidak apa-apa (apalagi kalau bersama-sama :D). Pada akhirnya, kita telah mencetak generasi yang permisif terhadap pelanggaran yang ada.

Semoga asumsi saya yang terakhir itu tidak benar..